Jimat Ke-Masyhuran Kampung Inggris

Sabtu, 07 Januari 20121komentar

Kampung Inggris, Ada hal lucu tentang obrolan-obrolan ringan di warung kopi tentang hiruk-pikuk Kampung Bahasa Inggris Pare ketika Tim KampungInggris.co.id sedang bertugas mengumpulkan data tentang lembaga-lembaga kursus di Kampung Inggris, salah-satunya candaan oleh seorang bapak-bapak yang sedang mengantar putrinya untuk kursus dan baru tiba di Kampung Inggris, kata bapak-bapak itu "Jimat apa yah yang dipakek ama pare kok sampai bisa terkenal dan seramai ini?". Mendengar perkataan candaan itu membuat kami berfikir dan ketika kembali ke kantor Tim KampungInggris.co.id kembali membongkar arsip-arsip di perpustakaan kecil khusus penyimpanan data tentang Kampung Inggris, jika dirunut dari sejarahnya yang panjang memang sudah sewajarnya Kampung Bahasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kampung Inggris ini sesukses dan bahkan lebih sukses lagi dari sekarang ini.

Pada umumnya orang-orang mengenal berdirinya Kampung Bahasa Inggris (Kampung Inggris) ini berawal dari sebuah lembaga kursus yang didirikan oleh Pak Kalend Osen (lebih dikenal dengan nama Mr. Kalend) pada tanggal 15 Juni 1977, lembaga tersebut bernama Basic English Course atau yang masyhur dengan sebutan BEC sesuai singkatan nama lembaga tersebut. Namun sebenarnya jauh sebelum lembaga kursus BEC berdiri Pare sudah terkenal dan menjadi tempat favorite mahasiswa dari luar kota yang kebanyakan sedang persiapan untuk ujian Skripsi, orang yang paling dicari oleh para mahasiswa tersebut adalah Ustad Yazid, seorang ahli bahasa asing di Tulungrejo - Pare yang konon menurut cerita masyarakat dan keluarganya beliau menguasai hingga 7 bahasa asing, Mr. Kalend menguasai bahasa inggris pun belajar secara privat dengan Ustadz Yazid.

Lamanya proses berdirinya Ekosistem Kampung Inggris memakan waktu yang sangat lama, dan membutuhkan perjuangan yang luar biasa, Sebut saja bagaimana luar biasanya perjuangan Mr. Kalend dalam merintis lembaganya, Menurut sebagian tokoh masyarakat yang pernah Tim KampungInggris.co.id temui, Bapak Ahmad Ikhwan, pemangku musholla Al-Ikhwan, Dusun Singgahan, Bapak Drs. H. Hasbi Mursyid, pensiunan guru SMA di Pare, menceritakan bahwa dulu pak Kalend sering mengajar anak-anak di emperan rumah orang kampung atau di serambi masjid Darul Falakh, pernah juga di Balai Desa Pelem, kadang-kadang di bawa ke tempat-tempat bersejarah seperti Candi Surowono, Tegowangi, dan sesekali juga diajak ke lapangan, belajar sambil berolah raga.
Menurut beberapa alumni pertama Mr Kalend seperti Shohib, tetangga sekaligus family dari istri pak Kalend, Ajie Bahleuwi (pendiri kursusan LIBERTY), Liliek Sosiowati, instruktur EECC, menginformasikan bahwa siswa pak Kalend waktu awal-awal mengajar ternyata tidak banyak, sekitar lima sampai sepuluh orang. Itupun yang hadir saling bergantian, jarang istiqomah hadir bersamaan secara penuh di setiap pertemuan. Jadi bongkar pasang. Bahkan pernah siswanya juga habis di tengah jalan.

Kita tentu bisa membayangkan betapa susahnya saat itu untuk mengumpulkan pelajar yang minat dan mau belajar bahasa Inggris! Rata-rata pelajar waktu itu tidak suka bahasa Inggris, karena asumsi mereka bahasa Inggris itu sangat sulit, tidak menarik, ditambah lagi lokasinya di daerah terpencil, listrik belum ada yang mana membuat bahasa inggris tidak populer disini.

Namun Mr. Kalend bukanlah tipe orang yang mudah menyerah dalam menghadapi berbagai keadaan dan tekanan; muridnya habis di tengah jalan, diperlakukan yang tidak layak oleh orang-orang yang tidak suka dengan bahasa Inggris, tuntutan kebutuhan hidup yang terus mengejarnya, dll. Beliau tetap tegar, berdiri tegak dan mencari dan mencari siswa lagi untuk diajari bahasa Inggris.

Meski dengan modal perlengkapan yang sangat terbatas tapi pantang menyerah itulah akhirnya Mr Kalend banyak melahirkan alumni yang akhirnya ikut “meramaikan” kursusan di Pare hingga mencapai “prestasi” seperti sekarang ini.

Jimat pantang menyerah, dan selalu istiqomah (jika dihitung dari berdirinya BEC maka proses terbentuknya Kampung Inggris sudah memakan waktu selama 35 tahun hingga saat ini, ini belum dihitung proses yang diperjuangkan oleh Ustadz Yazid), sehingga sudah sewajarnyalah kampung inggris bisa seperti sekarang ini yaitu menjadi pusatnya belajar bahasa inggris di Indonesia.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

17 Januari 2012 16.53

Artikel Panduan Rute dan Transportasi Menuju Kampung Inggris di persembahkan Oleh KampungInggris.co.id dan di Sponsori Oleh Duta Pare (Jasa Konsultan Kursus, Guide, Pemesanan/Reservasi Kost/asrama dan Program kursus, Agent Travel, Wisata Kampung Inggris). http://daftar.kampunginggris.co.id

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. KAMPUNG INGGRIS - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger